sebuah pelangi

alunan musik romantis seolah mengerti suasana sore disudut kota ini. ada banyak hela yang terlukis di raut wajah muka-muka orang yang lalu lalang didepan mukaku.

ya begini lah sore di kota ini, semua wajah lelah, gembira, sedih, murung, dan bahagia bercampur aduk melengkapi ritme suasana sore ini disini. tetesan demi tetesan membasahi setiap inchi tanah dan area di pelataran sebuah toko di depan mataku. aku terpesona dengan hujan yang selalu memberikan nuansa romantis terlebih sore ini..

ada lengkung indah yang tak sengaja tertangkap oleh mataku selepas rintik yang membasahi tubuhku. lengkung indah itu seolah-olah alam dan Tuhan tersenyum kepadaku, atau hanya sekedar mengasihaniku. kontras warna yang menakjubkan disore ini di langit yang luas ini, aku bisa sedikit bernafas lega mellihatnya.

mereka, kita, kamu, dia, kau, tidak sempatkah menatap dan memandang lebih luas, aku disini, coba perhatikan langit tempat kalian berpijak. tidak kah sore ini indah? sebuah tanya yang aku katakan pada hatiku. untuk sebuah pelangi disore ini dan untuk dia yang kadang aku juga tidak berdaya untuk mengucapkan selamat tinggal.

kaki-kaki berjalan dengan cepat karena kekhawatiran menghampiri pemiliknya ketika senja mulai beranjak pergi, dan warna-warni yang nampak tadi hampir memudar. untuk sebuah pelangi memudarlah karena memang kau harus memudar, untuk sebuah pelangi yang menghiasi langit walau hanya sekejap. indahmu selalu mempesona dengan warna warni yang selalu dirindukan..

untuk sebuah pelangi yang akan hadir lagi selepas hujan. aku, kau, dia, kamu, kita, mereka akan selalu menanti kembali cahaya warna-warni itu..