nafas dan semesta

betapa aku telah jatuh cinta pada kota ini, dengan segala rutinitas dan kesibukan di kota ini, seolah membuatku terhipnotis untuk mengenalnya lebih dalam. disekitarku, aku merasakannya. semangat orang-orang agar bisa bertahan dan makan untuk esok hari, memberi jawaban kepadaku bahwa Dia yang Maha Baik selalu mencintaiku dan menjagaku dalam setiap tarikan nafasku bersama semesta ini..

oohhh,, Jakarta…

asapmu, macetmu, kebisinganmu, kesibukanmu, selalu mengantarkan rasa syukurku kepada Penciptaku, Khalikku.. untuk mimpi dan harapan yang belum sempat terwujud akan terus kuraih dengan tarikan nafas dan semesta yang sedang berbisik kepadaku…

Iklan

dan kali ini

aku patah bahkan lebih perih. hanya dihadapkan pada sebuah tindakan untuk mengubah segalanya. Tuhan, andai aku bisa menjadi seperti yang lain. Tuhan, jadikan hatiku setegar bebatuan yg tak roboh dihantam ombak hidup ini..

segala harapan seketika mengabur begitu saja, seperti seutas tali yang kini putus tidak beraturan. jika memang aku tidak boleh berharap bagai mana aku bisa hidup Tuhan?? karena dari harapan dan itu sebuah mimpi bagiku, aku bisa tetap berdiri dan bersemangat. jika kali ini pun aku tidak pantas untuk berharap, maka ambil lah aku…