Goresan Senja

Senja ini,

di balik jendela aku melihat dengan jelas cahaya itu
tepat di kota aku mengais rezeki
seketika aku ingat akan sejumlah janji-janji,
dan mimpi-mimpi yang pernah aku buat,
sebelum akhirnya kakiku berjalan sampai di sudut kota ini.
ya, mungkin karena itu Tuhan mengizinkanku...

ada banyak yang terlepas dan dikorbankan
ntah harus terus melangkah atau kembali mundur,
bukan tentang mundur yang menyerah,
hanya mundur untuk mengatur kembali sebuah strategi.

aku tidak sedang berperang melawan rasisme, melawan terorisme
atau apapun itu.
perang terbesar bagiku, hanya tentang melawan diri sendiri.
melawan rasa takutku, melawan janji yang tak dapat dipenuhi,
melawan mimpi dan asa yang pernah terajut untuk bisa di sini.

nyaris kalah, karena egoku, karena harapan besarku..
dan pada akhirnya tampak aku benar-benar kalah..
bisakah kamu tetap berdiri tegak saat ini???
berdiri dari setiap keterpurukan?
detik begitu cepat berdetak, menjadikan menit dan jam berlomba 
hingga berlalu tanpa sempat menyapa.

sebuah pesan yang belum sempat terucap atau tak terucap,
masihkan, akankah dan mampukah???


hari ke-28 dipenghujung tahun 2016.
Tangerang.
Iklan