Bahkan bukan seperti

Tuhan, aku tak ingin 
Tak pernah ingin, lantas aku bisa apa?
Perasaan yang tidak semestinya 
Terlahir dengan sendiri...

Tuhan, hanya Engkau yang tau perasaanku
Aku tidak berharap akan seperti ini
Bahkan bukan seperti seharusnya.

Aku tidak pernah meminta perasaan ini
Aku bahkan tak tahu sejak menit ke berapa
Saat remajaku, untuk sebuah rasa
Yang bahkan aku sendiri tidak mengerti.,
Kenapa aku Tuhan,
Andai aku bisa, atau mungkin aku yangl
Terlalu takut?

Tapi aku tidak pernah berharap ,
Dilahirkan memiliki perasaan seperti ini, 
Aku tidak pernah tau kenapa dan mengapa,
Itu semua terjadi kepadaku???

Bolehkah aku bahagia, Tuhan???
Aku lupa kapan terakhir kali aku bahagia.

Tangerang, 1 Maret 2017
Untuk sebuah catatan hidup.

Goresan Senja

Senja ini,

di balik jendela aku melihat dengan jelas cahaya itu
tepat di kota aku mengais rezeki
seketika aku ingat akan sejumlah janji-janji,
dan mimpi-mimpi yang pernah aku buat,
sebelum akhirnya kakiku berjalan sampai di sudut kota ini.
ya, mungkin karena itu Tuhan mengizinkanku...

ada banyak yang terlepas dan dikorbankan
ntah harus terus melangkah atau kembali mundur,
bukan tentang mundur yang menyerah,
hanya mundur untuk mengatur kembali sebuah strategi.

aku tidak sedang berperang melawan rasisme, melawan terorisme
atau apapun itu.
perang terbesar bagiku, hanya tentang melawan diri sendiri.
melawan rasa takutku, melawan janji yang tak dapat dipenuhi,
melawan mimpi dan asa yang pernah terajut untuk bisa di sini.

nyaris kalah, karena egoku, karena harapan besarku..
dan pada akhirnya tampak aku benar-benar kalah..
bisakah kamu tetap berdiri tegak saat ini???
berdiri dari setiap keterpurukan?
detik begitu cepat berdetak, menjadikan menit dan jam berlomba 
hingga berlalu tanpa sempat menyapa.

sebuah pesan yang belum sempat terucap atau tak terucap,
masihkan, akankah dan mampukah???


hari ke-28 dipenghujung tahun 2016.
Tangerang.

Perih yang Entah

lalu ketika semua asa tak berarti

akan dinamai apakah perihal itu semua?

senda dan gurau seakan tiada arti

aku dan aku, hanya ada aku…

sampai pada titik nadir

lalu aku terdiam

seakan semua alam memberi tahuku

seakan Tuhan menyerukan kepada alam

untuk mengisyaratkan kedamaian yang seperti apa,

yang pantas untukku….

bukankah Tuhan sudah terlalu baik?

 

 

nafas dan semesta

betapa aku telah jatuh cinta pada kota ini, dengan segala rutinitas dan kesibukan di kota ini, seolah membuatku terhipnotis untuk mengenalnya lebih dalam. disekitarku, aku merasakannya. semangat orang-orang agar bisa bertahan dan makan untuk esok hari, memberi jawaban kepadaku bahwa Dia yang Maha Baik selalu mencintaiku dan menjagaku dalam setiap tarikan nafasku bersama semesta ini..

oohhh,, Jakarta…

asapmu, macetmu, kebisinganmu, kesibukanmu, selalu mengantarkan rasa syukurku kepada Penciptaku, Khalikku.. untuk mimpi dan harapan yang belum sempat terwujud akan terus kuraih dengan tarikan nafas dan semesta yang sedang berbisik kepadaku…

dan kali ini

aku patah bahkan lebih perih. hanya dihadapkan pada sebuah tindakan untuk mengubah segalanya. Tuhan, andai aku bisa menjadi seperti yang lain. Tuhan, jadikan hatiku setegar bebatuan yg tak roboh dihantam ombak hidup ini..

segala harapan seketika mengabur begitu saja, seperti seutas tali yang kini putus tidak beraturan. jika memang aku tidak boleh berharap bagai mana aku bisa hidup Tuhan?? karena dari harapan dan itu sebuah mimpi bagiku, aku bisa tetap berdiri dan bersemangat. jika kali ini pun aku tidak pantas untuk berharap, maka ambil lah aku…

 

sabtu yang seperti biasa

ada banyak hari yang dilalui setiap kita, dan dipenghujung minggu semua orang meneriakan happy weekend. kata-kata yang sering terdengar dan berbagai perasaan yang tertumpah, baik bagi anak muda, dewasa maupun orang tua. sepintas aku terpikir bagaimana kalau tidak ada hari sabtu atau minggu. kurasa semuanya akan biasa saja dan sama. semua tampak sama, mungkin karena telah lama terbiasa dan membiasakan diri larut pada setiap rutinitas dan melupakan seseorang yang dapat mengisi sebagian dari pikiran, hati dan jiwa. lihat lah sekelilingku, mereka seperti sedang mengolok-olokku untuk sabtu yang biasa ini. ya, biarkan lah toh masih ada notebook dan secangkir coklat hangat yang akan setia menemaniku. dan yang tak boleh aku lupakan bahwa bintangku selalu menemaniku, bahkan ketika semua terlelap bintang selalu ada menyinari kegelapanku di malam-malam kalian yang bersinar dan berwarna yang tengah merasakan manisnya buah kasih. yaaaa, ini sabtu yang seperti biasanya bagiku tapi kurasa bukan untuk kalian. tapi hari ini kalian tidak dapat menertawakan dan mengolok-olokku, sebuah janji telah menantiku malam ini untuk sebuah pesta kecil-kecilan dari seorang teman yang tengah merayakan 27 tahun dia terlahir didunia ini. walau sekarang aku masih terjebak disuatu tempat dimana semua orang hening dalam kebekuan yang diselingi dengan bisik-bisik serta tertawa kecil tapi aku menyukai tempat ini. terlebih ketika aku memperoleh ketenangan. ya sebuah tempat kecil diujung kotaku. ini satnite bukan, aku tidak akan bisa kalian olok-olok hari ini dan dengan lantang just wanna say “happy weekend and have ur nice satnite”.